Salah satu perusahaan paling sukses dalam sejarah pasar publik telah melangsungkan IPO. SpaceX menggalang dana sebesar $75 miliar dengan valuasi sekitar $1,77 triliun. Perusahaan menjual 555,5 juta lembar saham seharga $135. Pada saat yang sama, permintaan saham empat kali lebih tinggi daripada jumlah saham yang tersedia, dan sekitar 30% dari IPO dialokasikan untuk investor ritel.
Namun, beberapa minggu pertama trading telah memunculkan sisi gelap dari momen bersejarah ini: volatilitas.

Euforia mereda, saham kembali mendekati level IPO, dan diklaim telah menghapus sekitar $700 miliar kapitalisasi pasar dibandingkan dengan puncak pasca-IPO. Saham bahkan sempat anjlok lebih dari 10% dalam sehari, yang memberikan tekanan bagi para investor awal.
Pertanyaan utama di sini sangat sederhana: apakah ini koreksi yang wajar atau awal dari penurunan yang lebih besar?
Mengapa aksi jual ini penting
Sudah menjadi hal yang lumrah jika saham mengalami penurunan setelah penawaran umum perdana. Sebagian pemegang saham mungkin menjual untuk merealisasikan keuntungan, beberapa pemegang saham institusional mungkin mengurangi kepemilikan mereka, sementara yang lain mungkin memerlukan waktu untuk melakukan valuasi.
Namun, yang membuat penurunan SpaceX ini berbeda adalah sifatnya yang tergolong serius. Kondisi ini tidak lagi didasarkan pada euforia seputar IPO, melainkan pada apakah SpaceX memiliki kemampuan untuk berkinerja dan tumbuh cukup cepat demi menyamai salah satu valuasi paling ambisius dalam sejarah penawaran umum perdana.
Dan terdapat kontradiksi yang nyata di sini—SpaceX adalah salah satu prospek pertumbuhan jangka panjang terbaik yang tersedia di pasar, namun harga sahamnya menuntut ekspektasi yang sangat tinggi.
SpaceX dihargai berdasarkan masa depan
Berdasarkan data pasar yang tersedia, SpaceX menghasilkan pendapatan sekitar $18,7 miliar pada tahun 2025, sementara melaporkan kerugian operasional sekitar $2,6 miliar. Pada valuasi mendekati $1,77 triliun, perusahaan ditradingkan pada perkiraan rasio harga terhadap penjualan sekitar 94.
Artinya, investor tidak membeli SpaceX berdasarkan laba saat ini. Mereka membeli ekspektasi.
Agar valuasinya masuk akal seiring berjalannya waktu, SpaceX perlu menunjukkan kemajuan yang signifikan di beberapa bidang:
-
pertumbuhan pendapatan
-
peningkatan margin
-
ekspansi Starlink
-
aktivitas peluncuran
-
kontrak pemerintah dan pertahanan
-
monetisasi yang berkaitan dengan AI melalui xAI
-
jalur yang lebih jelas menuju profitabilitas
Jika perusahaan mampu memenuhi ekspektasi, valuasi premiumnya mungkin tetap terjaga. Jika pertumbuhan melambat atau profitabilitas masih belum jelas, saham ini mungkin akan menghadapi tekanan tambahan.
Skenario bullish lebih dari sekadar roket
Tesis pertumbuhan masa depan ini tidak hanya terbatas pada peluncuran luar angkasa.
SpaceX memiliki beberapa tuas pertumbuhan sekaligus. Pertama, Starlink memberikan eksposur terhadap permintaan internet satelit di seluruh dunia, termasuk untuk wilayah terpencil, pelanggan korporat, penerbangan, layanan maritim, dan pemerintah.
Peluncuran merupakan aspek penting lain dari operasi bisnisnya. Di sini, SpaceX memiliki reputasi yang baik sebagai penyedia layanan peluncuran bagi entitas komersial dan pemerintah AS, berkat roket yang dapat digunakan kembali dan jadwal peluncuran yang aktif.
Bagian ketiga dari persamaan di sini adalah hubungannya dengan xAI. Jika upaya ini diintegrasikan ke dalam ekosistem Musk Enterprises, investor mungkin akan terus memvaluasi SpaceX tidak hanya sebagai perusahaan kedirgantaraan.
Beberapa estimasi yang dilaporkan oleh Yahoo Finance mengasumsikan bahwa SpaceX akan mampu meningkatkan pendapatan hingga $50–$80 miliar per tahun pada tahun 2027 jika kecenderungan saat ini terus bertahan. Ini adalah salah satu alasan utama mengapa sebagian pihak menilai aksi jual terbaru ini hanya koreksi, bukan crash.
Tentu saja, bukan hanya pendapatan yang penting dalam situasi ini. Margin dan kerugian juga memainkan peran penting.
Partisipasi ritel bisa meningkatkan volatilitas
Sekitar 30% dari IPO dialokasikan untuk investor ritel. Ini adalah detail penting bagi para trader karena tingginya partisipasi ritel bisa membuat aksi harga menjadi lebih emosional dan agresif.
Saham yang digerakkan oleh ritel sering kali mengalami pergerakan momentum yang lebih cepat, reaksi yang lebih kuat terhadap berita utama, gelombang aksi ambil untung yang lebih besar, dan volatilitas jangka pendek yang lebih tinggi.

Bagi SpaceX, efek ini mungkin jauh lebih kuat karena perusahaan memadukan tiga narasi pasar yang kuat: Elon Musk, teknologi luar angkasa, dan AI.
Ini tidak membuat saham menjadi lebih lemah secara fundamental, tetapi berarti para trader harus mengantisipasi fluktuasi yang tajam bahkan ketika prospek jangka panjangnya tidak berubah.
Pandangan teknis: zona IPO adalah level kunci
Secara teknis, zona IPO telah menjadi wilayah yang paling krusial pada grafik.
Setelah penurunan, SpaceX kembali bergerak mendekati level awal saat pertama kali melantai di bursa. Zona IPO kini menjadi medan pertempuran psikologis dan teknis.
Saham ini bisa berupaya untuk memulihkan momentumnya kembali jika para pembeli mampu bertahan di zona IPO. Trader teknis bisa menunggu stabilisasi, level terendah yang lebih tinggi, volume bullish, dan pergerakan kembali ke level tertinggi pasca-IPO sebelumnya.
Jika wilayah IPO gagal bertahan, skenario bearish akan menjadi jauh lebih kuat. Penembusan ke bawah zona ini akan mengindikasikan lemahnya permintaan dan penyesuaian harga lebih lanjut.
Sederhananya, zona IPO dapat berfungsi untuk menentukan tren selanjutnya.
Mengapa investor membandingkan SpaceX dengan Tesla
Dalam banyak kasus, situasi SpaceX saat ini kerap dibandingkan dengan kondisi yang terjadi ketika Tesla menjadi perusahaan publik.
Tesla telah menghadapi berbagai serangan seputar valuasi, profitabilitas, dan risiko eksekusi sebelum akhirnya menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. Ini telah berkontribusi terhadap alasan mengapa investor bersedia membayar harga yang lebih tinggi untuk SpaceX.

Rekam jejak Elon Musk di masa lalu turut berperan dalam memperkuat dasar perbandingan ini, mengingat ia selalu berhasil mengubah ide ambisius menjadi perusahaan yang sangat sukses di pasar publik.
Perbandingan ini harus dilakukan dengan cermat, karena kesuksesan Tesla tidak menjamin hasil yang sama bagi SpaceX, mengingat adanya perbedaan valuasi dan pasar yang terlibat.
Risiko dan katalis utama
Risiko utamanya sudah jelas:
- tekanan valuasi
- kerugian operasional
- volatilitas tinggi
- penundaan eksekusi
- hambatan regulasi atau terkait peluncuran
- pertumbuhan Starlink yang lebih lemah dari ekspektasi
- sentimen risk-off yang lebih luas pada saham pertumbuhan
Di saat yang sama, beberapa katalis dapat menopang saham ini:
- laba kuartalan yang kuat
- pertumbuhan pendapatan yang lebih cepat
- perluasan pelanggan Starlink
- kontrak peluncuran atau pertahanan baru
- kemajuan dalam inisiatif terkait AI
- pembaruan strategis yang positif dari Elon Musk
- keberhasilan mempertahankan zona IPO
Apa artinya ini bagi para trader?
SpaceX tetap menjadi saham yang berpotensi tinggi namun berisiko tinggi. Prospek pertumbuhan jangka panjangnya masih menarik, namun pasar kini membutuhkan bukti bahwa ekspansi di masa depan bisa membenarkan valuasi premium perusahaan.
Bagi para trader, volatilitas kemungkinan besar akan tetap tinggi. Saham ini dapat bereaksi tajam terhadap laporan pendapatan, pembaruan Starlink, aktivitas peluncuran, kontrak pemerintah, berita AI, dan pernyataan dari Elon Musk.
Zona IPO tetap menjadi area teknis utama yang perlu diperhatikan. Bertahan di atasnya dapat menopang upaya pemulihan, sementara penembusan yang berkelanjutan dapat menandakan fase penyesuaian harga yang lebih dalam.
Poin pentingnya sederhana: SpaceX dapat menjadi salah satu perusahaan publik paling penting dalam dekade mendatang, namun ekspektasi saja tidak cukup. Mulai sekarang, pasar akan fokus pada eksekusi, kinerja keuangan, dan realisasi pertumbuhan.